REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Penelitian Pengaruh Isolat Galaktomannan Kelapa terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Kelinci

Purawisastra, Suryana (2001) Penelitian Pengaruh Isolat Galaktomannan Kelapa terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Serum Kelinci. Warta Litbang Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Jumlah penderita penyakit jantung yang disebabkan tingginya kadar kolesterol darah cenderung meningkat. Menurut hasil penelitian bahwa kadar kolesterol darah menurun dengan mengkonsumsi senyawa galaktomannan dalam guar gum, baik secara langsung maupun dicampurkan ke dalam makanan selama tiga minggu. Senyawa galaktomannan tersebut dapat menimbulkan adanya proses metabolisme tubuh yang bersifat mempercepat sekresi empedu dan senyawa sterol yang bersifat netral; terjadinya pengurangan rasio antara pembakaran dan penyerapan dari lipid; dan terjadinya hambatan terhadap proses sintesis kolesterol. Senyawa galaktomannan juga dilaporkan terkandung dalam ampas kelapa (Cocos mucifera L) sebesar 61%. Mengingat produksi kelapa di Indonesia cukup banyak, sehingga ampas kelapa berlimpah. Penelitian ini bertujuan untuk membuat produk galaktomannan dari ampas kelapa, kemudian menguji kemampuannya untuk menurunkan kolesterol darah yang dilakukan pada kelinci percobaan. Diharapkan produk senyawa galaktomannann kelapa ini dapat merupakan salah satu alternatif yang berguna untuk menurunkan kadar koleterol darah. Produk galaktomannan ampas kelapa ini dibuat dengan dua cara, pertama dengan mengisolasinya sehingga diperoleh isolate galaktomannan murni. Cara kedua adalah dengan menghilangkan kandungan senyawa mannan melalui proses fermentasi bakteri Bacillus subtilis. Kelinci diperoleh dari Bio Farma Bandung, strain lokal silang Jawa Barat, berumur antara 3 - 4 bulan. Sebelum digunakan, kelinci terlebih dahulu mengalami penye-suaian selama empat minggu yang diberikan ransum standar (basal diet) dalam bentuk pelet yang biasa digunakan bagi hewan percobaan. Kemudian, semua kelinci ditimbang, diperiksa keadaan fisik, kemudian diambil sampel darahnya untuk ditentukan kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida. Kelinci, kemudian dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok kontrol, kelompok yang diberi ProLipid, kelompok yang diberi isolate galaktomannan (Produk 1), kelom-pok yang diberi ampas kelapa, hasil fermentasi (Produk 2), dan kelompok yang diberi ampas kelapa. Jumlah kelinci (ulangan) untuk setiap kelompok (perlakuan) ditentukan berdasarkan rumus Federer. Yaitu: (t-1)(n-1)>15, dimana t adalah jumlah perlakuan (=5), sedangkan n adalah ulangan. Kesimpulan hasil penelitian adalah isolate galak-tomannan ampas kelapa yang diperoleh dengan cara kimia dapat mencegah kenaikan kadar kolesterol serum kelinci sebesar 7,3% setelah 26 hari, dan 13,2 % setelah 52 hari. Dibandingkan dengan ProLipid, yaitu salah satu obat penurun kolesterol yang diperoleh di pasar, yang dapat mencegah kenaikan kadar kolesterol serum kelinci sebesar 6,6 % setelah 26 hari, dan 9,2% setelah 52 hari. Isolat galaktomannan ampas kelapa juga berpengaruh terhadap pencegahan kenaikan kadar LDL, HDL, trigliserida serum kelinci serta kenaikan berat kelinci. Sedangkan sumber galaktomannan ampas kelapa hasil cara mikroba tidak memperlihatkan pengaruh pencegahan kenaikkan kadar kolesterol, LDL, HDL, trigliserida serum, dan berat kelinci. Keadaan organ meliputi jantung, hati, dan ginjal kelinci kelompok kontrol dengan kelinci kelompok yang mendapat perlakuan di akhir percobaan tidak memperlihatkan perbedaan, demikian juga dengan keadaan fisiknya.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: galaktomannan; kolesterol; ampas kelapa; serum kelinci; Warta Litbang Kesehatan; GIZI-BPPK
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QY Clinical Pathology > QY 50-110 Laboratory Animals. Laboratory Techniques
Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 24 Nov 2017 09:48
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/969

Actions (login required)

View Item View Item