REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN KINERJA (Performance Improvement) PUSKESMAS DI DAERAH TERPENCIL

Angkasawati, Tri Juni and Arifin, Andryansyah and Wiludjeng, Lestari Kanti (2004) PENGEMBANGAN MODEL PENINGKATAN KINERJA (Performance Improvement) PUSKESMAS DI DAERAH TERPENCIL. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Permasalahan kesehatan di daerah terpencil yang utama adalah masih tingginya penyakit menular seperti Malaria, TBC, Diare, ISPA dan Kurang Gizi, kurangnya akses terhadap pelayanan kesehatan yang tersedia. Sehubungan dengan itu telah dilakukan penelitian tentang Pengembangan Model Peningkatan Kinerja (Performance Improvement) Puskesmas di daerah terpencil. Tujuan umum adalah Meningkatkan Kinerja Puskesmas di daerah terpencil, tujuan khususnya adalah: 1) Melakukan analisa kebutuhan peningkatan kinerja puskesmas; 2) Mengetahui tingkat kepuasan konsumen dan provider terhadap kinerja puskesmas; 3) Merancang model intervensi Peningkatan Kinerja (Performance Improvement) Puskesmas di daerah terpencil. Penelitian ini penelitian eksplorasi, lokasi penelitian di daerah terpencil di provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Katingan dan Palangka Raya), di Provinsi Jawa Timur (Kabupaten Trenggalek, Tulungagung ), Kota Surabaya (daerah biasa). Sampling puskesmas diambil secara simple random sampling. Responden adalah: Petugas puskesmas, masyarakat (tokoh masyarakat), ibu balita, pasien TB, Guru, pedagang warung makanan dan minuman. Variabel penelitian meliputi cakupan pelayanan, perspektif petugas puskesmas, pasien dan masyarakat tentang kinerja puskesmas dan tingkat kepuasan konsumen dan provider. Hasil penelitian menunjukkan petugas puskesmas telah memiliki pengetahuan yang baik tentang program pelayanan kesehatan tetapi kurang memiliki pengetahuan yang baik tentang manajemen puskesmas. Pada umumnya petugas puskesmas merasa puas terhadap kinerja puskesmas mereka, kecuali untuk kinerja program TB, PHBS dan TTU/ITM dan program ANC mereka belum merasa puas oleh karena belum tercapainya target yang ditetapkan oleh kabupaten. Penetapan target oleh kabupaten dirasakan terlalu tinggi. Penderita TB dan ibu balita (imunisasi bayi) telah merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan. Belum adanya standart operating prosedur untuk pelayanan TB paru dan kurangnya ketrampilan petugas dalam berkomunikasi. Kerja sama lintas program antar petugas puskesmas masih kurang optimal. Lokakarya lintas program jarang dilaksanakan secara teratur. Belum ada upaya secara terencana dan sistematis untuk mengatasi masalah rendahnya kinerja program TB, PHBS, TTU/TTM.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: peningkatan kinerja, daerah terpencil
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WX Hospitals and Other Health Facilities > WX 150-190 Hospital Administration and Health Facility Administration
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:31
Last Modified: 31 Oct 2017 04:27
URI: http://repository.litbang.kemkes.go.id/id/eprint/2793

Actions (login required)

View Item View Item