REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

UPAYA PENINGKATAN RUJUKAN PERSALINAN OLEH TENAGA NON PROFESIONAL DALAM RANGKA PERCEPATAN PENURUNAN AKI DAN AKB

Ristrini and Handayani, Lestari and Suharmiati and Kristiana, Lusi (2006) UPAYA PENINGKATAN RUJUKAN PERSALINAN OLEH TENAGA NON PROFESIONAL DALAM RANGKA PERCEPATAN PENURUNAN AKI DAN AKB. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Dalam rangka percepatan penumnan AKI dan AKB, pemerintah telah mencanangkan strategi MPS, yang meliputi (1) perbaikan akses, (2) kemitraan lintas sektor, (3) pemberdayaan perempuan dan (4) keterlibatan masyarakat. Disadari bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterlambatan rujukan dengan kematian ibu bersalin. Untuk itu pemberdayaan tenaga nonprofesional (kader, dukun, dan keluarga) dalam rujukan persalinan sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rujukan persalinan oleh tenaga nonprofesional (dukun dan keluarga) dalam rangka percepatan penurunan AKI dan AKB, khususnya yang berkaitan dengan pengetahuan, mobilisasi dana masyarakat, donor darah berjalan di lapangan, sarana transportasi, komunikasi dan pencatatan serta hambatan pelaksanaan mjukan persalinan. Penelitian ini dilakukan di 3 (tiga) provinsi (Jatim, Kalsel, dan Sulsel) dan masing-masing provinsi dipilih 2 (dua) kabupaten dengan kriteria rujukan persalinannya tinggi, yaitu untuk Jatim dipilih Kabupaten Bangkalan dan Tuban, Kalsel dipilih Kabupaten Banjar dan Tanah Laut serta Sulsel dipilih Kabupaten Gowa dan Banu. Masing-masing kabupaten dipilih 2 puskesmas yang persalinan oleh Nakes nya tinggi dan rendah, dan masing-masing wilayah puskesmas dipilih 4 (empat) desa yang tingkat partisipasi masyarakatnya baik. Pengumpulan data dilakukan dengan depth interview, wawancara langsung, data sekunder dan FGD. Sebagai unit analisis adalah tenaga non profesional (kader, dukun dan keluarga) serta desa. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tenaga nonprofesional masih kurang, khususnya tanda-tanda bahaya dan risiko tinggi. Pembagian tugas bidan-dukun-keluarga dalam pertolongan persalinan sudah proporsional, pertolongan persalinan oleh bidan, perawatan tali pusat oleh bidan dan perawatan ibu dan bayi oleh dukun & bidan. Sebagian besar dukun masih menolong persalinan, dan dukun setuju pertolongan oleh bidan asalkan dukun diberi kompensasi, dan akan merujuk ke bidan bila ada kompensasinya (jasa dukun) atau dilibatkan dalam kegiatan nonmedis seperti persiapan & perawatan pascapersalinan. Memobilisasi dana sangat kurang, transportasi desa masih sedikit dilakukan, tetapi sudah ada yang melakukan jemput bola baik dengan ambulans puskesmas maupun ambulans desa yang berbentuk tandu. Masih sedikit desa yang melaksanakan kegiatan donor darah, dan lebih separoh desa mempunyai catatan lokasi ibu hamil berisiko, yang dilakukan oleh bidan di desa, dan keberadaannya diinformasikan ke warga desa. Komunikasi kader-bidan di desa dilakukan melalui kegiatan posyandu, dukun-bidan melalui kemitraan, dan bidan-keluarga melalui penyuluhan kesehatan/promkes. Hambatan penyelenggaraan rujukan persalinan sebagian besar kurangnya pengetahuan warga, masih banyaknya warga yang minta pertolongan persalinan di dukun dan persalinan masih banyak dilakukan di rumah, oleh dukun dan bidan karena biaya cukup mahal dan pencatatan ibu hamil dengan risiko tinggi belum berjalan baik.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: nonprofesional; rujukan persalinan; making pregnancy safer; pemberdayaan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WQ Obstetrics > WQ 200-212 Reproduction. Pregnancy
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:31
Last Modified: 30 Oct 2017 04:05
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/2780

Actions (login required)

View Item View Item