REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

HUBUNGAN INFEKSI MALARIA DENGAN REAKSI IMUNOLOGIK TERHADAP MSA-1, MSA-2 dan AMA-1 DI ARSO, IRIAN JAYA

Kurniawan, Liliana and Sri Utami, Basundari (1996) HUBUNGAN INFEKSI MALARIA DENGAN REAKSI IMUNOLOGIK TERHADAP MSA-1, MSA-2 dan AMA-1 DI ARSO, IRIAN JAYA. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Penyakit Menular.

Full text not available from this repository.

Abstract

MSA-1, MSA-2 dan AMA-1 merupakan antigen yang diharapkan dapat dikembangkan menjadi vaksin, karena dalam penelitian patogenesis menunjukkan adanya hubungan dengan pertahanan diri terhadap malaria di daerah endemis. Macam sitokin yang diproduksi dalam suatu individu saat terkena penyakit atau saat terpapar dapat menunjukan jenis sel T yang berperan dalam keadaan tersebut. Tujuan penelitian melihat peran beberapa antigen apakah mempunyai peran berarti dalam proteksi infeksi P. falciparum. Di daerah endemik falciparum malaria di Arso, Irian Jaya masyarakat terpapar sepanjang tahun, sebagin menjadi sakit sebagian tidak. Subyek penelitian adalah transmigran asal Jawa yang telah tinggal didaerah endemik Arso selama kira-kira 2 tahun. Dilakukan pengobatan anti malaria secara radikal dan dievaluasi tiap minggu dengan pemeriksaan parasitologik darah tepi dan tiap bulan untuk antibodi humoral. Pemeriksaan imunologi selular (Limfosit transformasi dan sitokin dalam supernatannya) dilakukan 3 kali, pada 5, 11 dan 17 dari masa penelitian (September 1994, Maret 1995 dan September 1995). Dilakukan pemeriksaan humoral : deteksi anti NANP dan anti Crude Schizont, pemeriksaan seluler dengan mitogen PHA, PPD, antigen anti schizont (dengan kontrol sel darah merah), Peptida : NANP dan pemeriksaan sitokin : IL-12, IFN, TNF dan IL-2. Prevalensi parasitemia dari subyek penelitian menunjukan menurun dari 100 % pada saat permulaan penelitian, menjadi 76% dan 34% pada bulan 1 dan 2, bertahan pada sekitar 20% pada bulan selanjutnya. Sembilan puluh empat persen dari subyek penelitian menunjukkan IgG anti schizont, tetapi hanya 42% menunjukkan adanya anti NANP. salah satu subyek tidak menunjukkan reaksi terhadap NANP maupun schizont. Pada masa penelitian terlihat kecenderungan anti NANP maupun anti schizont menurun. Hasil tranformasi limfosit terhadap anti schizont P. falciparum dari 5, 11 dan 17 bulan menunjukkan Indeksi Stimulasi (SI) yang meningkat yaitu 0,2, 0,67 dan 2,11 sedangkan persentase penduduk dengan IS lebih dari 2 adalah 0, 0 , 32,2%. Pemeriksaan sitokin belum menunjukkan hasil yang mempunyai arti dalam perjalanan penyakit malaria di daerah ini. Kesimpulan: adanya suatu penurunan prevalensi setelah pengobatan radikal dan bersamaan terjadi penurunan titer antibodi dan menaikan reaksi seluler terhadap anti schizont. Perlu diteliti lebih lanjut peran sitokin dalam terjadinya perubahan reaksi imunologik ini dan hubungan semua perubahan ini dengan gejala dan keluhan penyakit.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Infeksi Malaria
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Penyakit Menular
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 31 Oct 2017 04:52
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/2291

Actions (login required)

View Item View Item