REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

STUDI ANALISIS RISIKO KESEHATAN PEMAJANAN KARSINOGEN BENZOA(a)PYRENE PADA PETUGAS PINTU TOL DI JABOTABEK

Warouw, Sonny P. and Musadad, Anwar and Anwar, Athena and Sukana, Bambang (2007) STUDI ANALISIS RISIKO KESEHATAN PEMAJANAN KARSINOGEN BENZOA(a)PYRENE PADA PETUGAS PINTU TOL DI JABOTABEK. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pencemaran udara merupakan salah satu faktor risiko terjadinya berbagai penyakit. Transportasi merupakan salah satu sumber utama pencemaran udara di perkotaan. Berbagai studi menunjukkan debu merupakan pencemar udara dominan di perkotaan. Berbagai jenis agen kimia dapat terikat bersama debu, salah satunya adalah zat karsinogen polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH). Benzo(a)Pyrene atau BaP merupakan salah satu jenis PAH. Tujuan umum penelitian adalah Mengetahui perkiraan risiko kesehatan akibat pemajanan karsinogen Benzo(a)Pyrene dalam debu untuk pengendalian pencemaran udara transportasi serta pengendalian penyakit tidak menular. Penelitian ini dilakukan terhadap populasi berisiko yaitu petugas pintu tol Jasamarga di JABOTABEK sebanyak 51 orang dan 48 orang pembanding (reference). Lokasi penelitian di Jabotabek. Disain penelian adalah Cross-sectional. Untuk memperkirakan risiko, masing-masing responden diukur pajanan debu TSP dan BaP, 1-OHP urin, serta dikumpulkan informasi mengenai lama pemajanan, frekwensi pemajanan, kemungkinan pajanan diluar jam kerja dan karakteristik-karakteristik individu seperti umur, jenis kelamin, berat badan. Hasil analisis risiko kesehatan menunjukkan adanya hubungan antara sumber pajanan, agen risiko BaP di lingkungan, serta jumlah yang sudah ada dalam tubuh (1-OHP urin), serta dapat dihitung asupan (intake) untuk perkiraan risiko yang mungkin terjadi. Konsentrasi debu TSP rata-rata pada petugas dan pembanding sebesar telah melampaui standard NAB debu TSP di Lingkungan kerja sesuai Kepmenkes RI No. 1405/Menkes/SK/XI/02 Tentang Lingkungan kerja. Konsentrasi debu TSP dan BaP rata-rata pada petugas pintu tol lebih tinggi dibanding pembanding. Tingkat pajanan BaP pada manusia yang diukur dengan konsentrasi (1-OHP), pada petugas pintu tol lebih tinggi dibanding pembanding. Faktor lain yang diketahui mempengaruhi 1-OHP adalah kebiasaan merokok. Persentase petugas tol yang melampaui batas risiko karsinogenik yang dapat diterima (Excess Cancer Risk >1 per 10.000) sebesar 64,7%, pada kelompok pembanding sebesar 4,2%. Persentasi petugas pintu tol dengan risiko Non-Karsinogenik akibat debu TSP (Risk Quotion>1) sebesar 90,2% dan pada pembanding 68,8%. Hasil simulasi terhadap beberapa alternatif upaya pengendalian risiko menunjukkan, upaya pengurangan konsentrasi pajanan BaP merupakan upaya yang paling efektif, dan perlu ditunjang melalui upaya pengaturan lama waktu kerja dan pola hidup yang sehat dan tidak merokok. Pemerintah pusat dan daerah, PT Jasa Marga dan Masyarakat perlu segera melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah dampak negatif pemajanan BaP. Disarankan penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan lebih komprehensif.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Pencemaran Udara, Polycyclic Aromatic Hydrocarbon, Benzo(a)Pyrene, Debu TSP, Analisi Risiko Kesehatan, Risiko Kanker, Simulasi Model Pengendalian Risiko
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QZ Pathology > QZ 200-380 Neoplasms. Cysts
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 28 Oct 2017 09:36
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/2184

Actions (login required)

View Item View Item