REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Hubungan Variasi Genetika dari Populasi Anopheles spp dengan Prevalensi Malaria

Amrul, Munif (2000) Hubungan Variasi Genetika dari Populasi Anopheles spp dengan Prevalensi Malaria. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian mengenai pola penularan malaria melalui pengamatan entomologi dan hubungannya dengan variasi genetik (polymorfisme) secara longitudinal perlu dilakukan. Di Jawa Barat, untuk tahun 1996 kasus malaria tidak hanya tersebar di daerah pantai melainkan telah menyebar ke daerah pedalaman Tasikmalaya yaitu di Kecamatan Cineam, Salopa, Gunung Tanjung dan Karang Jaya dengan desa-desa berstatus HCI. Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya kasus malaria adalah kepadatan vektor. Kepadatan vektor merupakan salah satu komponen yang paling penting dalam mempengaruhi intensitas penularan karena menentukan derajat kontak antara orang dengan vektornya. Dalam hal ini diduga sebagai vektor di Kabupaten Tasikmalaya adalah species nyamuk An. aconitus, An. maculatus dan An. barbirostris bahkan kemungkinan An. balabacensis (P2M & PLP). Usaha pengendalian telah dilakukan pada saat terjadinya KLB di Cikoneng, Pasirmukti dan Cisarua namun tingkat serangan menyebar di daerah sekitarnya. Pengamatan terhadap variasi genetik dari populasi Anopheles spp. pada lokasi dan habitatnya perlu mendapat perhatian dalam usaha monitoring yang telah ada selama ini. Adanya korelasi antara variasi genetik dengan adaptasi untuk kelangsungan hidup dari Anopheles vektor yang memiliki variasi genetik (polimorfisme) yang lebih bervariasi akan lebih mudah. Mungkin dengan banyaknya variasi genetik, vektor akan tahan terhadap tekanan lingkungan sehingga daya kemampuan survival makin tinggi juga populasi menjadi tinggi. Tingginya populasi vektor ini akan mempengaruhi penularan yang akan akhirnya akan mempengaruhi epidemi malaria. Penangkapan nyamuk dengan berbagai cara diperoleh sebanyak 3349 ekor Anopheles spp terdiri dari 7 species diantaranya 35,3% An.barbirostris, 33,5% An.vagus, 14,8% An.aconitus, 10,3% An.kochi, 4,9% An.maculatus, 1,2% An.annularis dan 0,06% tessellatatus. Dengan metode RAPD PCR telah diperoleh tingkat keanekaragaman genetik yang berbeda sesuai dengan tingkat prevalensinya. Keanekaragaman di antara individu dapat disebabkan oleh perbedaan genetik atau variasi genetik atau polimorfisme. Pemeriksaan sprozoit pada tubuh nyamuk dilakukan dengan uji ELISA belum memperoleh data tentang infeksi nyamuk.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: pola penularan malaria; kepadatan vektor; P5DBase
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QX Parasitology > QX 500-675 Insects. Other Parasites
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 07 Nov 2017 14:25
URI: http://repository.litbang.kemkes.go.id/id/eprint/1853

Actions (login required)

View Item View Item