REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Dampak Suplementasi Yodium pada Ibu atau Bayi terhadap Status Yodium, Status Gizi dan Kadar Hemoglobin Bayi

Dahro, Ance Murdiana (1997) Dampak Suplementasi Yodium pada Ibu atau Bayi terhadap Status Yodium, Status Gizi dan Kadar Hemoglobin Bayi. Project Report. Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD.

Full text not available from this repository.

Abstract

Telah dilakukan penelitian suplementasi yodium pada ibu menyusui dan bayi di 2 kecamatan di kabupaten Magelang. Responden adalah ibu menyusui sebanyak 216 orang dan bayinya yang berumur 7-12 minggu dalam keadaan sehat. Responden dibagi ke dalam empat kelompok perlakuan yaitu : I. Ibu dan bayi diberi kapsul yodium; II. Hanya Ibu yang diberi kapsul yodium; III. Hanya bayi yang diberi kapsul yodium; IV Ibu dan bayi sebagai pembanding. Yodium yang diberikan pada ibu menyusui dosis 200 mg sedangkan untuk bayi dosis 100 mg. Dilihat dampaknya pada status yodium melalui pemeriksaan yodium dalam urin bayi pada hari ke 0, 1, 7, 60, 90 dan 180 dihitung dari hari pertama intervensi; kadar hemoglobin pada hari ke 180 dan status gizi bayi berdasarkan hasil pengukuran antropometri pada hari ke 0, 90 dan 180. Dari hasil penelitian didapati median kadar yodium dalam urin bayi kelompok I, II, dan III naik mencapai puncaknya pada hari pertama setelah pemberian kapsul yodium masing-masing yaitu 27450 ug/l, 15500 ug/l dan 26000 ug/l. Bila dibandingkan dengan awal pemeriksaan kenaikan ekskresi yodium dalam urin kelompok I, II, dan III masing-masing adalah 283 kali, 152 kali dan 245 kali. Yodium dalam urin bayi kelompok I dibandingkan dengan yodium urin bayi kelompok III diasumsikan tidak sama pada waktu pemeriksaan ternyata cenderung tidak terlalu berbeda. Yodium dalam urin bayi pada hari pertama kelompok II dan kelompok III yang bila dibandingkan dengan ekskrersi yodium urin kelompok I menunjukkan bahwa ekskresi kadar yodium urin bayi makin tidak konsisten bila dosis suplemen makin tinggi. Ekskresi yodium dalam urin bayi yang mendapat yodium dosis hanya 100 mg ternyata jumlahnya cenderung sama dengan ekskresi yodium dalam urin ibu yang memperoleh dosis 200 mg, yang menunjukkan adanya perbedaan toleransi penyerapan yodium oleh tubuh bayi dan dewasa. Bayi yang hanya mendapat ASI saja (kelompok II) ekskresi dalam urinnya sudah menggambarkan kecukupan perolehan yodium pada bayi hingga hari ke 180. Pada akhir penelitian bayi dengan status gizi baik (standar BB/Umur, WHO-NCHS) dari ketiga kelompok perlakuan jumlahnya turun sekitar 5-8 persen dan kelompok pembanding naik 1 persen, sedangkan bayi dengan status gizi kurang pada ketiga kelompok perlakuan, jumlahnya naik 5-10 persen dan kelompok pembanding turun 1 persen. Riwayat pernyakit seminggu sebelum pemeriksaan menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan angka sakit pada setiap kali pemeriksaan meningkat jumlahnya, tidak demikian pada kelompok pembanding. Hal ini sesuai dengan data status gizi baik pada kelompok perlakuan yang cenderung menurun, sehingga pemberian yodium tidak terlalu berpengaruh terhadap status gizi. Kadar hemoglobin setiap kelompok kelompok bayi pada hari ke 180 cenderung sama dan tidak berbeda bermakna (Fsign=0.919). Kadar Hb kelompok I, II, III dan IV masing-masing yaitu 11.1 plus minus 1.07, 11.2 plus minus 1.03, 11.1 plus minus 1.12 dan 11.1 plus minus 1..17 ug/dl, sehingga dapat dikatakan pemberian yodium tidak berpengaruh pada kadar Hemoglobin.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: suplementasi yodium; ibu menyusui dan bayi; kadar hemoglobin; kadar yodium dalam urin
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WH Hemic and Lymphatic Systems > WH 120-540 Hematologic Diseases. Immunologic Factors. Blood Banks
Divisions: Center for Research and Development of Nutrition and Food, NIHRD
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:30
Last Modified: 07 Nov 2017 08:07
URI: http://repository.litbang.kemkes.go.id/id/eprint/1744

Actions (login required)

View Item View Item