REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Ujicoba dan Modifikasi Indeks Kesegaran Jasmani Modul Susenas 1995, Umur 40-59 Tahun

Pradono, Julianty (2001) Ujicoba dan Modifikasi Indeks Kesegaran Jasmani Modul Susenas 1995, Umur 40-59 Tahun. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Cardiorespiratory fitness merupakan salah satu indikator pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 yang perlu diukur secara periodik. Untuk mengukur status kesegaran jasmani dari berbagai kelompok masyarakat di Indonesia, telah dilakukan pengukuran secara obyektif menggunakan ergocycle test dan alat pengukur lainnya. Pengukuran status kesegaran jasmani secara langsung dalam suatu survei masyarakat yang sifatnya nasional membutuhkan biaya besar dan waktu lama. Sementara penggunaan kuesioner untuk pengukuran status kesegaran jasmani secara tidak langsung sangat efisien dan praktis karena tidak memerlukan tenaga ahli dan alat-alat yang cukup besar. Sebelum tahun 1990 fokus penelitian adalah pada latihan dan dampaknya terhadap cardiorespiratory fitness. Penelitian-penelitian sesudah itu mengacu kepada efek yang nyata dari kegiatan aktifitas fisik yang sedang/moderate tapi dilakukan secara terus menerus. Validasi untuk seseorang yang tingkat aktifitasnya berat/vigorous adalah mudah, karena pola aktifitas yang dilakukan secara teratur dalam episode latihan tertentu akan dapat dilakporakan secara akurat. Namun sejumlah aktifitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari baik oleh masyarakat urban maupun rural lebih sulit di estimasi. Lagipula mungkin ada variasi yang agak besar dalam melakukan aktifitas di hari-hari kerja dan di hari libur. Oleh karena itu validasi pola aktifitas sedang adalah sulit dan penelitian terhadap masalah ini terus berlanjut. Indeks kesegaran jasmasni Modul SUSENAS 1995 baru dapat menggambarkan perilaku berolahraga masyarakat. Untuk dapat menggambarkan aktifitas fisik masyarakat perlu dilakukan modifikasi. International Physical Activity Questionnairre (IPAQ6) merupakan kuesioner yang mutakhir dan terbaik yang dirancang untuk menyediakan data yang valid tentang pola aktifitas pada umumnya dan dapat digunakan untuk pengumpulan data nasional. Format pendek yang merupakan versi terakhir IPAQ6 adalah GPAQ (Global Physical Activity Questionnairre), dikembangkan oleh grup dari Amerika Serikat, dan diadop oleh WHO sebagai pedoman untuk melakukan surveilens. Kuesioner terutama ditujukan pada generasi muda dan dewasa dan mengukur sejumlah intensitas kegiatan yang berbeda-beda pada saat bekerja dan pada saat libur. Kuesioner menjumlahkan waktu yang dipakai pada saat tingkat intensitas kegiatan selama 7 hari sebelum survei, dengan ketentuan pencatatan dilakukan pada setiap periode aktifitas yang dilakukan sekurang-kurangnya 10 menit. Dengan demikian indikator intensitas kegiatan yang diperoleh melalui instrumen ini lebih tajam dibandingkan pengukuran melalui pertanyaan : apakah kegiatan tersebut mengeluarkan keringat, karena pengeluran keringat juga tergantung pada sejumlah pakaian yang dipakai dan aspek dari lingkungan ambient. Namun apakah pertanyaan-pertanyaan dari GPAQ dapat menunjukkan nilai yang sama jika pengukurannya diulang dengan cara yang sama, pada populasi yang sama dan pada saat yang hampir sama sehingga mampu menyediakan data yang valid tentang pola aktifitas pada umumnya dan apakah GPAQ mampu dan dapat dipercaya dalam melakukan pengukuran indikator aktifitas fisik, disamping itu apakah GPAQ dapat menggambarkan status kesegaran jasmani seseorang, sehingga dapat digunakan untuk mengukur indikator kesegaran jasmani yang valid, spesifik, sensitif dan reliable ? Penelitian ini melakukan validasi kuesioner aktifitas fisik dari format GPAQ untuk mengetahui apakah kuesioner tersebut dapat menggambarkan status kesegaran jasmani atau hanya menerangkan tentang aktifitas fisik seseorang. Informasi ini penting dalam rangka mengembangkan kuesioner GPAQ yang juga merupakan bagian dari instrumen Study Morbiditas, Surkesnas 2001. Hasil menunjukkan pada laki-laki optimum cut off score adalah 19 dengan sensitifitas 58,4% dan spesifitas 50,0%, sementara pada perempuan optimum cut off score adalah 19 juga dengan sensitifitas 51,8% dan spesifitas 37,9%. Hal ini berarti pertanyaan-pertanyaan tentang aktifitas fisik belum dapat mengukur status kesegaran jasmani seseorang dan hanya terbatas penggunaannya untuk menggambarkan perilaku beraktifitas fisik.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: kesegaran jasman; modul; susenas; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QT Physiology > QT 1-33.1 Reference Works. General Works
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 10 Nov 2017 04:19
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/1634

Actions (login required)

View Item View Item