REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Passive Case Detection (PCD) Sebanyak Indikator Besarnya Masalah Malaria di Daerah Kabupaten Banjar Negara

Tuti, Sekar (1999) Passive Case Detection (PCD) Sebanyak Indikator Besarnya Masalah Malaria di Daerah Kabupaten Banjar Negara. Project Report. Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD.

Full text not available from this repository.

Abstract

Latar belakang malaria masih merupakan masalah di beberapa daerah di Pulau Jawa, dan akhir-akhir ini masalahnya semakin meningkat. Salah satu aspek dalam program pemberantasannya adalah penemuan penderita dini dan pengobatan cepat (early diagnosis and prompt treatment) untuk memutuskan rantai penularannya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu cara untuk mendapatkan cara diagnosis yang mudah dan akurat yang dapat diimplementasikan dalam program pemberantasan/pengobatannya dan mendapatkan pengobatan kalau sakit. Dengan demikian kualitas kegiatan PCD (Passive Case Detection) dapat ditingkatkan sehingga dapat dipakai sebagai indikator besarnya masalah malaria di masyarakat. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk (1) menyusun Algoritma Malaria (AM) yaitu suatu strategi klinik yang akurat, cepat, mudah, aman dan murah untuk membedakan parasitaemia positif dengan parasitaemia negatif dari hasil pemeriksaan mikroskopis, dalam upaya meningkatkan kualitas penemuan penderita dini di puskesmas dan (2) meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan pengobatan bila sakit. Metode untuk mencapai tujuan (1) tersebut di atas dilakukan penelitian di daerah High Case Incidence (HCI) Banjarnegara dalam 2 tahap : pertama penyusunan AM dan tahap kedua uji kebenaran AM. Untuk menyusun AM dilakukan tes diagnostik pada 260 tersangka penderita malaria dengan rancangan observasional prospektif, dengan serangkaian analisis untuk uji validitas AM yang telah tersusun dilakukan dengan eksperimen lapangan pada 340 tersangka penderita malaria di puskesmas perlakuan dan puskesmas pembanding. Untuk mencapai tujuan (2) dilakukan penelitian sosial budaya masyarakat setempat dengan menggunakan instrumen kuesioner terstruktur untuk mengetahui Knowledge, Attitude and Practice (KAP) masyarakat terhadap penyakit malaria, untuk menentukan strategi penyuluhannya. Hasil dari penyusunan AM didapatkan hasil sebagai berikut (a) reabilitas kuesioner dan pemeriksaan klinis tersangka penderita malaria dan hasil pemeriksaan mikroskopis cukup tinggi (nilai Kappa antara 0,74 dengan 1), (b) dari analisis statistik multivariable regresi logistik dan validasi, varible yang mempunyai hubungan yang signifikan dengan parasitaemia positif adalah demam dan pucat. Dari hasil tes ganda/paralel didapatkan sensivitas = 94,2%, spesifitas =14,3%, akurasi =61,9%, nilai duga positif = 61,9% dan rasio kecenderungan positif = 1,1%. Hasil eksperimen lapangan juga terbukti bahwa dengan menggunakan AM untuk mendiagnosis tersangka penderita malaria di puskesmas perlakuan di dapatkan angka Slide Positivy Rate (SPR) yang lebih tinggi secara bermakna (p<0,05) dibandingan dengan puskesmas pembanding yang memakai cara biasa dilakukan selama ini. Dari hasil penelitian sosial-budaya didapatkan pendidikan responden didaerah tersebut pada umumnya rendah (80%) tidak sekolah sampai tamat Sekolah Dasar (SD),60,3% diantaranya adalah petani. Pengetahuan tentang penyakit malaria yang meliputi penularan dan bahaya penyakit malaria, bahwa penyakit tersebut bisa dicegah, dapat diobati dan diberantas cukup tinggi (80%-90%), akan tetapi yang melaporkan kepetugas atau ke puskesmas relatif rendah (22,8%-25%)dengan alasan antara lain jarak rumah dengan puskesmas jauh. Berdasarkan temuan diatas telah dilakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok kecil (sekolah, masyarakat yang datang memeriksakan darahnya pada saat survei masal) karena pertimbangan keamanan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa demam dan pucat dapat dipakai untuk menyusun AM, dan terbukti bahwa AM secara statistik dan klinis dapat membedakan parasitaemia positif dan negatif secara valit dan reliable, serta meningkatkan ketetapan diagnosis klinis di Puskesmas (meningkatkan SPR). Evaluasi hasil penyuluhan baru akan dilakukan 6 bulan setelah penyuluhan dilakukan (sekitar bulan September 2000).

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: Malaria; Passive Case Detection(PCD); Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WC Communicable Diseases > WC 680-950 Tropical and Parasitic Diseases
Divisions: Center for Research and Development of Disease Control, NIHRD
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 08 Nov 2017 09:10
URI: http://repository.bkpk.kemkes.go.id/id/eprint/1623

Actions (login required)

View Item View Item