REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Penggunaan 2 Formulasi (Liquid dan Powder) Bacillus thuringiensis H-14 Strain Lokal dalam Pengendalian Vektor Jentik Nyamuk di Laboratorium

Blondine, Blondine (2001) Penggunaan 2 Formulasi (Liquid dan Powder) Bacillus thuringiensis H-14 Strain Lokal dalam Pengendalian Vektor Jentik Nyamuk di Laboratorium. Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian dilakukan di laboratorium PAU, UGM, Yogyakarta dan Balai Penelitian Vektor dan Reservoar Penyakit, Salatiga. Uji patogenisitas formulasi liquid B. thuringiensis H-14 dilakukan pada fermentasi 18 jam, 20 jam, 22 jam, 24 jam dan 25 jam dengan tujuan untuk memperoleh dosis strain lokal yang efektif dalam pengendalian jentik nyamuk vektor. Uji patogenisitas kedua formulasi terhadap jentik nyamuk vektor dilakukan menurut prosedur WHO (1989) untuk memperoleh nilai LC50 dan LC90 yang dihitung dengan analisis probit. Hasil penghitungan jumlah sel hidup dan jumlah spora hidup formulasi liquid B. thuringiensis H-14 pada fermentasi 18 jam, 20 jam, 22 jam, 24 jam dan 25 jam berturut-turut adalah 4,5 x 100.000.000 sel/ml dan 9,0 x 100.000.000 spora/ml. 5,5 x 1.000.000.000 sel/ml dan 8,6 x 1.000.000.000 spora/ml, 10,2 x 1.000.000.000 sel/ml dan 9,0 x 1.000.000.000 spora/ml, 10,0 x 1.000.000.000 sel/ml dan 12,8 x 1.000.000.000 spora/ml, serta 9,2 x 1.000.000.000 sel/ml dan 11,2 x 1.000.000.000 spora/ml. Dosis terkecil strain lokal formulasi liquid untuk mengendalikan 50% dan 90% jentik nyamuk An. aconitus adalah dosis pada fermentasi 18 jam yaitu 0,002 ml/lt (LC50) dan 0,008 ml/lt (LC90) pada 24 jam pengujian. Pada 48 jam pengujian, membutuhkan dosis 0,001 ml/lt (LC50) dan 0,004 ml/lt (LC90). Dosis terbesar adalah pada fermentasi 18 jam, yaitu 0,016 ml/lt (LC50) dan 0,082 ml/lt (LC90) pada 24 jam pengujian serta 0,012 ml/lt dan 0,078 ml/lt pada 48 jam pengujian. Uji patogenisitas formulasi liquid B. thuringienis H-14 strain lokal, pada fermentasi 24 jam, dapat mengendalikan 50% dan 90% Cx. quinquefasciatus pada dosis terkecil, masing-masing adalah 0,001 ml/lt (LC50) dan 0,002 ml/lt (LC90) pada 24 jam pengujian. Pada 48 jam pengujian membutuhkan 0,001 ml/lt (LC50) dan (LC90). Dosis terbesar diperoleh pada fermentasi 22 jam yaitu 0,002 ml/lt (LC50) dan 0,013 ml/lt (LC90) pada 24 jam pengujian serta 0,001 ml/lt (LC50) dan 0,004 ml/lt (LC90) selama 48 jam pengujian. Jumlah sel hidup dan spora hidup pada formulasi powder B. thuringiensis H-14 strain lokal adalah 1,43 x 1.000.000.000 sel/gr dan 7,75 x 100.000.000 spora/gr. Pada dosis 0,44 mg/lt (LC50) dan 2,83 mg/lt (LC90), formulasi powder B. thuringienis H-14 strain lokal dapat mengendalikan 50% dan 90% An. aconitus pada 24 jam pengujian. Sedangkan pada 48 jam pengujian membutuhkan dosis 0,12 mg/lt (LC50 dan 1,98 mg/lt (LC90). Sedangkan uji patogenisitas formulasi powder tersebut pada 24 jam pengujian, dapat mengendalikan 50% mg/lt (LC90), dosis 0,17 mg/lt (LC50) dan 1,10 mg/lt (LC90) dibutuhkan pada 48 jam pengujian. Dengan demikian strain lokal B. thuringiensis H-14 dalam formulasi liquid dan powder, efektif dalam mengendalikan jentik nyamuk vektor.

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: strain lokal; pengendalian jentik nyamuk vektor; formulasi liquid B. thuringiensis H-14; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: QS-QZ Preclinical sciences (NLM Classification) > QW Microbiology. Immunology > QW 1-300 Microbiology
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Ekologi dan Status Kesehatan
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:29
Last Modified: 10 Nov 2017 05:43
URI: http://repository.litbang.kemkes.go.id/id/eprint/1577

Actions (login required)

View Item View Item