REPOSITORI BADAN LITBANG KESEHATAN RI

Pengaruh Aktivitas Antipoliomyelitic dalam ASI (Air Susu Ibu) terhadap Vaksinasi Polio (OPV)

Wahyuhono, Gendro (1986) Pengaruh Aktivitas Antipoliomyelitic dalam ASI (Air Susu Ibu) terhadap Vaksinasi Polio (OPV). Project Report. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit.

Full text not available from this repository.

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh aktivitas zat antipoliomyelitis dalam ASI terhadap vaksinasi polio di Jakarta tahun 1985-1986. Maksud dari penelitian ini adalah untuk memberikan jawaban apakah bayi-bayi yang divaksinasi oral polio (OPV) dapat diberikan ASI sesaat setelah divaksinasi. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian bayi yang mendapat ASI dibandingan dengan bayi yang tidak mendapat ASI, serta hubungannya dengan kadar zat antipoliomyelitis dalam ASI, menilai kadar zat antipoliomyelitis dalam ASI secara berkala. Hasil dari pemeriksaan ASI menunjukan bahwa pada masa laktasi minggu I(colostrum) maka semua ibu mempunyai zat antipoliomyelitis dalam ASInya terhadap salah satu tipe polio. Sedangkan pada masa laktasi bulan III, 56 % ibu tidak mempunyai sama sekali zat antipoliomyelitis dalam ASInya, pada bulan V, 97,7% ibu tidak mempunyai zat antipoliomyelitis dalam ASInya. Hasil dari pemeriksaan serum bayi yang mendapat vaksinasi 2 kali menunjukan bahwa pada kelompok bayi yang diberkan ASI sesaat setelah vaksinasi, sero conversion ratenya terhadap masing-masing tipe virus polio adalah tipe 1=94,3%, tipe 2=89,2 % dan tipe 3=94,6%. Pada kelompok bayi yang tiddak diberi vaksinasi ASI 2 jam sebelum dan 2 jam sesudah vaksinasi, maka sero conversion ratenya terhadap masing-masing tipe virus polio adalah tipe 1=95,6%, tipe 2=91,3% dan tipe 3=91,6%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pada pemberian vaksinasi polio (OPV) pada bayi umur 3 bulan keatas dapat diberikan ASI sesaat setelah mendapat vaksinasi. Hal ini didasarkan atas hasil dari pemeriksaan ASI secara berkala dimana setelah bulan ke III masa laktasi, 56-97,7% ibu-ibu ASInya tidak lagi mengandung zat antipoliomyelitis, diperkuat dengan hasil pemeriksaan serum, dimana seroconversion ratenya masing-masing tipe antara kelompok bayi yang mendapat ASI setelah vaksinasi dengan kelompok bayi yang tidak mendapat ASI, tidak berbeda. Saran dari penelitian ini bahwa untuk bayi yang berumur 3 bulan ke atas , setelah vaksinasi dengan OPV dapat diberikan ASI sesaat setelah vaksinasi

Item Type: Monograph (Project Report)
Uncontrolled Keywords: POLIOVIRUS VACCINE; BREASTFEEDING; Vaksinasi Polio; Air Susu Ibu (ASI); vaksinasi oral polio (OPV); antipoliomyelitis; colostrum; Abstrak Penelitian Kesehatan
Subjects: W Medicine and related subjects (NLM Classification) > WS Pediatrics > WS 113-141 Child Care. Nutrition. Physical Examination
Divisions: Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 02 Oct 2017 05:26
Last Modified: 16 Nov 2017 04:13
URI: http://repository.litbang.kemkes.go.id/id/eprint/106

Actions (login required)

View Item View Item